Minggu, 30 Oktober 2011

Terima kasih Teman...

Waktu berputar, tak terasa kami sudah saling kenal sejak sebelas tahun yang lalu. Saat itu aku masih ragu melangkahkan kaki di sekolah kita, aku gamang ketika pertama kali datang membawa berkas-berkas nem dan raporku, aku tiba-tiba ciut ketika aku tahu aku sudah berada di urutan ratusan, sementara yang akan diterima cuma 60 orang saja. Alhamdulillah seleksi pertama bisa kulewati dan akupun berhak ikut seleksi selanjutnya.

Tapi apakah aku bisa? setidaknya berada bersama kalian ’para juara’ bersama-sama mereguk indahnya masa sma? Merasakan berada bersama ‘para bintang’? merasakan semangat belajar tak kenal lelah? Karena, semua bisa ku lihat di setiap mata kalian, terpancar cahaya bak pantulan cahaya berlian jauh dari dalamnya.. Cahaya yang cuma akan muncul ketika berlian itu sudah jadi, indah berkilau, dan harus melewati seragkaian proses penempaan…

Teman, tak terasa aku sudah berada di tengah-tengah kalian. Sulit bagiku untuk bisa percaya itu. Ternyata itu jugalah kiranya yang membuat aku yakin akan cahaya yang kaian pancarkan dari mata kalian, cahaya yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Sungguh aku beruntung mengenal kalian.
Masih ingatkah teman, tiba-tiba saja kita punya kakak. Tiba-tiba saja kita disatukan di sini, satu atap, satu dapur alias ‘satu periuk’. Tiba-tiba saja kita harus mau bangun pagi, menghentikan mimpi2 indah kita hanya karena ‘bel untuk satu sekolah’ di pasang di kamar kita, apalagi tepat di bawah tempat tidurku. Padahal baru beberapa saat yang lalu masih serasa bergulat dengan rumus-rumus fisika, kalkulator yang masih menyala, pulpen yang masih ternganga. Oh ternyata kita ketiduran bersama-sama. Tiba-tiba saja kita kita harus mau mandi pagi, melangkahkan kaki menuju mushallah untuk shalat berjamaah, bergantian mengisi kultum pagi dan kemudian olah raga.

Teman, masih banyak kenangan kita bersama. Tiga tahun kita bersama. Aku yakin kalian masih mengingat itu. Bagiku, kalian banyak memberiku warna, from ‘nothing to something’. Tiga tahun, waktu yang cukup banyak membuat kita menjadi yang sekarang, waktu untuk merencanakan menjadi seseorang. Tiga tahun waktu yang sangat istimewa bagi kita, ya… bagiku begitu istimewa, 24 jam kita bersama. Alhamdulillah waktu tiga tahun membuatku belajar sedikit ‘tentang manusia’ dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Dua hari yang lalu, kita bisa berkumpul, minimal 1x dalam setahun, walaupun tidak semua bisa hadir. Sama seperti aku dalam 2 tahun terakhir yang sangat ingin berjumpa dengan kalian tapi baru kali ini terlaksana. Aku yakin semua ingin hadir, semua ingin berkumpul, tapi banyak pertimbanganlah yang membuat kita tidak bisa hadir. Ku harap bukan karena minder, bukan karena malu, karena ku yakin kalian semua para juara, kalian semua para bintang, jadi buat apa malu, toh kita adalah juara dalam kehidupan kita masing-masing. Bagiku kalian adalah deretan warna pelangi, tak ada yang terang, tak ada yang gelap, yang ada hanya warna cerah, meriah yang senantiasa setia merangkaikanku sebuah pelangi di langitku kapanpun aku mau…

Diposting kembali karena kangen sama teman2 SMU... Di mana kah kalian berada sekarang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar